Selain Indonesia, Penduduk Negara Berikut Ini Juga Menggunakan Bahasa Jawa di Kesehariannya

Bule luar negeri yang sedang bermain gamelan. (sumber : www.goodnewsfromindonesia.id)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Bahasa merupakan kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan. Dalam pengertian lain bahasa juga bisa diartikan sebagai sistem struktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia. Bahasa di seluruh dunia diperkirakan mencapai 6000-7000 jenis bahasa.

Salah satu jenis bahasa di dunia adalah bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang banyak digunakan di Indonesia terutama oleh suku Jawa. Bahasa Jawa juga memikiki beberapa jenis dialek seperti dialek Ngapak dan dialek Medok. Selain di Indonesia, tahukah kalian bahwa banyak negara di dunia juga menggunakan bahasa Jawa sebagai alat bertutur kata dalam kesehariannya. Berikut ini negara-negara tersebut:


  1. Malaysia
    Source : Pixabay.com

    Malaysia merupakan sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara dengan Ibukotanya Kuala Lumpur, negara ini menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa resminya namun selain bahasa Melayu negara ini juga sebagian besar masyarakatnya menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya. Suku Jawa di Malaysia menempati jumlah yang sangat signifikan. Bahkan, di negara bagian Selangor dan Johor hampir berjumlah 20% dari total populasi disana. Masyarakat jawa saat ini diperkirakan merupakan generasi ke empat. Beberapa wilayah di Johor bahkan bernama Parit Jawa, dimana suasana bahasa Jawa disana sangat kental. Beberapa etnis juga menduduki posisi strategis di Malaysia, mulai dari Birokrat hingga sampai Menteri.
  2. Singapura
    source : Yudhe.com

    Singapura merupakan sebuah negara yang memiliki wilayah kecil. Dulunya Negara ini merupakan bagian dari Kerajaan Malaysia, yang kemudian memisahkan diri pada tahun 1963. Seperti halnya di Malaysia, kedatangan orang Jawa di Singapura diperkirakan bersamaan dengan kedatangan mereka ke Malaysia. Orang Jawa di Singapura memiliki tempat pemukiman sendiri yaitu Kampung Jawa di tepi sungai Rochor (tempat pemukiman pertama orang jawa di Singapura) dan Kaillang Airport Estate.
  3. Suriname
    Source : Pixabay.com

    Suriname merupakan sebuah Negara Republik di Benua Amerika, lebih tepatnya dibagian timur Laut Amerika Selatan. Dulunya, Suriname memiliki nama Guyana Belanda. Pada tanggal 25 Nopember 1975, negara ini memproklamirkan kemerdekaannya dari Belanda dan berganti nama menjadi Suriname. Mayoritas penduduk di negeri ini merupakan etnis Jawa, sehingga tidak dapat dipungkiri jika penduduk Suriname bertutur kata menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya. Menurut sejarah, orang Jawa di Suriname sudah berada sejak akhir abad ke-19 mereka berasal dari para pekerja Hindia Belanda (Indonesia) yang dikirim oleh kolonis Belanda dengan tujuan untuk menambah kekurangan tenaga kerja di perkebunan milik Belanda yang ada di Suriname. Walaupun mayoritas penduduk di Suriname bertutur kata menggunakan bahasa Jawa, namun bahasa resmi negara ini adalah Belanda.
  4. Belanda
    Source : Pixabay.com

    Negara yang beribukota di Amsterdam ini menjadi gudang dari orang atau pakar yang memiliki minat khusus terhadap bahasa Jawa. Salah satu Universitas di negeri Belanda dan juga merupakan universitas tertua di Belanda yang didirikan pada tahun 1575 oleh Pangeran Willem van Oranje yaitu Universitaa Leiden merupakan salah satu Universitas yang menjadi gudangnya bahasa Jawa. Universitas Leiden merupakan tempat dari sekitar 17 ribu mahasiswa menimba ilmu, di Universitas Leiden kita juga dapat melihat naskah-naskah kuno berhuruf Jawa ataupun sastra Jawa kontemporer yang masih terawat dengan baik.
  5. Kaledonia Baru
    Source : Pixabay.com

    Kaledonia Baru yang beribukota di Noumea merupakan salah satu negara persemakmuran yang dimiliki Perancis. Negara ini terletak di bagian selatan Samudera Pasifik. Suku Kanak dari ras Melanesia merupakan penduduk asli pulau Kaledonia. Sama seperti Suriname, pulau ini merupakan tempat migrasi para pekerja Hindia Belanda (Indonesia) yang berasal dari suku Jawa untuk dipekerjakan. Saat ini penduduk suku Jawa di Kaledonia Baru diperkirakan mencapai 7000 sampai dengan 11000 orang, sama seperti di Suriname penduduk suku Jawa di Kaledonia baru juga tetap bangga menuturkan bahasa Jawa dalam kesehariaannya hingga sekarang.
  6. Kepulauan Cocos
    Source : Pixabay.com

    Kepulauan Cocos (Keling) merupakan kepulauan yang terletak di wilayah teritorial Australia. Penduduk pulau ini mayoritas orang Melayu yang kesehariannya bertutur kata menggunakan bahasa Melayu. Di dalam logo kepulauan tersebut, terdapat tulisan "Maju Pulau Kita", tak sedikit dari mereka merupakan etnis jawa. Etnis Jawa di pulau ini masih memegang budaya jawa, bahkan golongam tuanya masih menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan kesehariannya. Oleh karena itu, tak heran Australia pernah menjadikan gambar wayang kulit sebagai gambar di perangko nasional Australia. Sekarang ini Kepulauan Kokos menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Australia dengan nuansa islami khas yang sangat kental.
Begitu banyak juga yah, negara di dunia ini yang penduduknya berinteraksi menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya. Saya sebagai penduduk Indonesia asli dari suku jawa merasa kagum dan bangga karena bahasa Jawa tidak hanya ada di Indonesia tetapi juga di luar sana. Tugas kita sekarang sebagai generasi masa depan Indonesia yaitu melestarikan budaya agar kebudayaan kita tidak hilang secara perlahan yang dikalahkan oleh pengaruh budaya asing.